Berita Ojek Online Bubuhkan Racun Pada Makanan - Otak Penjahat
Hoax

Berita Ojek Online Bubuhkan Racun Pada Makanan

Berita-ojek-online-bubuhkan-racun-pada-makanan-cewek

Berita-ojek-online-bubuhkan-racun-pada-makanan-logo

Berita ojek online bubuhkan racun pada makanan dan di sebut sebagai anggota ISIS. Hal ini sudah ditegaskan oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto bahwa berita tersebut adalah hoax alias palsu.

Seperti diungkapkan oleh Ketua Umum Perkumpulan Pengemudi Transportasi dan Jasa Daring Indonesia (PPTJDI) Igun Wicaksono, agar polisi mengusut berita hoax yang merugikan ojek online. Hoax menyebut pengemudi ojek online berbaiat dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dengan menyebarkan racun pada makanan pesanan.

Sebelumnya beredar kabar bahwa ada konsumen yang membagikan pengalaman menggunakan jasa pesan antar makanan dari ojek online. Dalam pesan yang berseliweran melalui WhatsApp itu tertulis tuduhan makanan yang dipesan dibubuhi racun. Alasannya, ada anggota keluarganya yang dibawa ke rumah sakit dengan diagnose keracunan makanan. Parahnya, pesan beredar itu menyebut tukang ojeknya sebagai anggota ISIS yang masuk jadi mitra ojek online.

Ditambahkan oleh Igun bahwa, “Meminta Kepolisian mengusut penyebar berita hoax mengenai pengalaman pribadi yang menyesatkan tersebut. Karena merugikan kami para pencari nafkah dari profesi ojek online.”

Berita ojek online bubuhkan racun pada makanan

Berita-ojek-online-bubuhkan-racun-pada-makanan-cewek

Kabar hoax tersebut memberikan dampak buruk kepada Ojol dan juga restoran yang bergantung hidupnya di sini. Pelanggan jadi ragu-ragu untuk melakukan pemesanan makanan, yang artinya ojol dan rumah makan kehilangan omset.

Irjen Polisi  Setyo menegaskan penyebar kabar hoax mempunyai konsekuensi hukum. Terlebih Polri memiliki tim siber yang akan mengusut informasi tidak benar dan berdampak pada meresahkan masyarakat.

Ancamannya salah satunya pasal 28 ayat 1 Undang Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tahun 2008.Setiap orang yang dengan sengaja menyebarkan informasi atau berita bohong dan menyesatkan, diancam pidana maksimal 6 tahun atau denda maksimal Rp1 miliar.

 

Berita ojek online bubuhkan racun pada makanan sudah dipastikan palsuBuat kita-kita, sebaiknya mau sedikit capek untuk cek kebenaran suatu berita sebelum share ke teman atau di social media kita. Ingat bahwa penyebar hoax juga bisa terkena hukuman sesuai dengan UU ITE.

*diolah dari berbagai sumber

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Artikel Paling Populer

To Top